Penggunaan lantai parket sudah menjadi hal yang umum dalam dunia interior. Pelapis lantai yang dibuat dari kayu press ini mampu menciptakan nuansa yang hangat dan tradisional. Sayangnya penggunaan lantai parket rentan dengan kerusakan dan sering mengeluarkan bunyi derit yang mengganggu. Bagi kamu yang ingin menghindari hal tersebut, yuk beralih ke keramik kayu!

1. Apa itu keramik kayu?

Keramik kayu pada dasarnya merupakan pelapis lantai yang terbuat dari keramik, namun motifnya menyerupai kayu. Dilihat sekilas, keramik kayu ini sangat mirip dengan lantai parket yang umum digunakan. Sebagai perbandingan, keramik kayu bahan dasarnya adalah tanah liat. Sedangkan lantai parket menggunakan bahan dasar kayu. Biasanya kayu yang dipilih adalah kayu jati atau kayu campuran.

2. Keunggulan keramik kayu

Keramik kayu memiliki beragam keunggulan. Di antaranya adalah pemasangan yang mudah layaknya keramik biasa karena hanya membutuhkan semen. Keramik kayu juga tidak akan menimbulkan bunyi derit ketika dipijak.

Pilihan warna dan serat kayu pun ada banyak sehingga kamu bisa memilih yang paling sesuai dengan keinginan atau gaya interior rumah. Karena dibuat oleh pabrik, warna dan seratnya akan seragam. Jumlahnya pun sangat banyak sehingga kamu bisa memenuhi lantai ruangan berukuran besar sekaligus. Lain halnya dengan lantai parket yang warna dan seratnya tidak seragam sehingga terlihat agak kurang rapi untuk ruangan besar.

Jika lantai parket sifatnya menyerap panas, maka keramik kayu tidak menyerap panas. Dengan demikian bagian dalam rumah akan tetap terasa sejuk meski cuaca di luar sedang panas. Sangat cocok untuk hunian di negara tropis seperti Indonesia.

3. Pilihan warna keramik kayu

Secara umum, keramik kayu memiliki pilihan warna seperti cotton wood, red bretwood, golden oakwoodwood soft brownflat doff walnut wood, flat gloss yellow wood grain, redish brown, flat doff rose wood, dan sebagainya. Warna keramik kayu ini dibuat semirip mungkin dengan kayu aslinya sehingga tampilan lantai hunianmu akan tetap terlihat alami. Sesuaikan saja warna nat agar hasil pemasangannya terlihat sempurna.

4. Tips merawat keramik kayu

Perawatan keramik kayu tidak sesulit lantai parket atau lantai kayu sungguhan yang perlu diberi lapisan khusus secara berkala. Kamu hanya perlu menyapu dan mengepel keramik kayu setidaknya sehari sekali. Pada saat mengepel, kamu juga bebas mau menggunakan obat pel apa pun. Obat pel yang dijual umum juga tidak masalah.

Perlu diingat juga, keramik kayu ini tidak perlu diberi lapisan wax. Pasalnya lapisan wax ini malah akan membuat permukaan keramik kayu lebih cepat kusam sehingga tidak menarik lagi. Untuk menghindari goresan, berhati-hatilah saat hendak memindahkan furnitur berat seperti lemari, sofa, dan meja.

5. Contoh keramik kayu

Untuk anda yang masih ragu dengan tampilan keramik kayu, berikut akan kami beri beberapa contohnya.

Keramik kayu bentuk persegi ini adalah yang paling umum digunakan pada hunian. Warna dan seratnya terlihat seperti kayu sungguhan, sangat alami.

Ada juga keramik kayu dengan perpaduan dari 3 warna kayu sekaligus. Pada saat pemasangan, keramik ditempatkan pada arah yang berbeda secara selang-seling. Model keramik kayu yang seperti ini akan membuat hunianmu terlihat lebih bervariasi dan sangat cocok untuk melapisi lantai hunian bergaya minimalis modern.

Setelah mengetahui serba-serbi tentang keramik kayu, apakah kamu berminat untuk beralih dari lantai parket?